Aktivis Kampus: Kepentingan

Sudah lama tidak mengunjungi website ini. kesempatan ini saya ingin bercerita tentang keprofesionalan seorang aktivis, khususnya aktivis kampus. saya menulis ini karena saya bingung hendak mengadu kepada siapa (yang pasti sudah mengadu pada Tuhan) agar sama-sama merasakan kegundahan hati ini melihat para aktivis kampus saat ini.

=====

Banyak stigma (KBBI: ciri negatif yang menempel pada pribadi seseorang karena pengaruh lingkungannya; tanda) terhadap kata “aktivis”. Jika ditinjau secara bahasa, menurut KBBI “aktivis” adalah orang (terutama anggota organisasi politik, sosial, buruh, petani, pemuda, mahasiswa, wanitan) yang bekerja aktif mendorong pelaksanaan sesuatu atau berbagai kegiatan dalam organisasinya.

Banyak mahasiswa yang enggan jika diberi label sebagai aktivis karena mengartikan aktivis sebagai orang yang negatif (penggerak demonstrasi). Padahal secara sederhana aktivis adalah orang-orang yang berkecimpung di dunia organisasi, termasuk itu organisasi mahasiswa. Apakah salah jika saya menyebut para pengurus organisasi mahasiswa tersebut aktivis? Apakah mahasiswa bergerak menjalankan organisasi hanya untuk berdemonstrasi?

Saya tertarik dengan tindakan Ketua BEM UI yang memberikan kartu kuning kepada Bapak Presiden Jokowi. Secara tidak langsung ini menunjukkan rasa sayangnya mahasiswa (yang masih peduli) kepada beliau dan Indonesia. Kartu Kuning ini menandakan bahwa menurut mahasiswa, Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Masih banyak permasalahan yang perlu diselesaikan dengan puncak permasalahannya adalah kasus gizi buruk dan campak yang menimpa Suku Asmat. Jika dikulik lebih jauh lagi masih banyak permasalahan yang terjadi, mulai dari politik, ekonomi, hingga pendidikan.

Tapi apakah tindakan yang dilakukan oleh Ketua BEM UI adalah pure sebagai Ketua BEM UI yang mewakili mahasiswa ataukah ada kepentingan lain? Ya, saya tidak bisa beargumen apapun. Insya’Allah apa yang sudah dilakukan oleh Mas Zaadit, Ketua BEM UI berada di koridor yang benar dan memberikan dampak kepada kemaslahatan kita bersama.

Tadi saya mengatakan “kepentingan”. Saya adalah mahasiswa yang beberapa kali bahkan hingga saat ini masih berenang di dunia organisasi kampus tidak dapat mengingkari bahwa saya masuk kedalam suatu organisasi karena saya membawa kepentingan individu, kepentingan untuk kemaslahatan diri saya sendiri dan sekitar saya. Saya sanksi apabila ada mahasiswa yang terjun ke dunia organisasi tanpa membawa kepentingan, minimal kepentingan dirinya sendiri. Simplenya, rata-rata dari teman-teman saya yang juga sama-sama di organisasi selalu memberikan alasan mengapa dirinya mengikuti organisasi karena ingin belajar. Bukankah keinginan untuk belajar juga merupakan suatu kepentingan yang ia bawa didalam organisasi?

Jika tadi adalah kepentingan paling sederhana yang dibawa oleh seorang aktivis newbie kedalam sebuah organisasi. Bagaimana dengan mahasiswa super yang sudah beroganisasi dimana-mana? Saya memperkirakan (tanpa maksud su’udzon) mereka membawa kepentingan yang lebih besar dari pada kepentingan untuk belajar. Jika boleh saya berpendapat lagi, kepentingan yang mereka bawa sudah berbau kepentingan politik (hidup ini sudah politik, tapi konteks ini politik yang sudah tersistem). Mulai dari bentuk pencaharian kekuasaan, memimpin karena keinginan pemimpin bukan karena kebutuhan rakyat (read: mahasiswa), kaderisasi yang terstruktur rapih, hingga praktek nepotisme yang mulai berkembang didalam organisasi mahasiswa.

Apakah sesuai jika berorganisasi hanya untuk memenuhi kepentingannya yang dimilikinya saja?

Saya sudah sangat sulit menemukan mahasiswa yang dapat menengahi antara kepentingan pribadi, kelompok dan bersama. Trend yang berlangsung saat ini adalah masuk organisasi untuk menjalankan kepentingan pribadi dan kelompok yang ia bwa serta melupakan hakikat dari amanah yang ia punya.

Menurut saya, Maha-Siswa, dapat berkontribusi lebih untuk organisasi mahasiswa yang ia geluti. Ketika ia sudah masuk kedalam sebuah sistem maka ia akan bekerja untuk sistem tersebut agar sistem tersebut berjalan dengan sangat baik. Mahaiswa yang sudah berorganisasi tak hanya membawa kepentingan pribadi, tetapi juga kepentingan organisasi tersebut. Mahasiswa yang sudah mendapatkan kekuasan tinggi tak seharusnya lagi membawa kepentingan golongan lain, tapi sudah membawa kepentingan rakyat. Mahasiswa yang sudah berani menjadi aktivis, seharusnya sudah siap dengan segala konsekuensi yang ada.

Pesan saya di akhir curhatan saya tentang aktivis kampus,

“Waktu tidak akan pernah dapat diputar kebelakang, waktu akan selalu bergerak maju. Jangan mengatasnamakan rakyat apabila hanya membawa kepentingan individu. Kekuasaan bukan hanya nikmat, tetapi kekuasaan adalah amanah yang harus dijalankan sebaik-baiknya untuk hidup yang lebih baik. Senantiasa intropeksi diri dan jadikan sebagai self reminder” – Maya

Hidup Mahasiswa!!!

Hidup Mahasiswa Indonesia!!!

 

The post Aktivis Kampus: Kepentingan appeared first on Pengamatan, Pengalaman, dan Penelitian.

0 Shares:

Leave a Reply

You May Also Like

Hello world!

Welcome to HEA Bintan Resorts. This is your first post. Edit or delete it, then start writing your Journal! Happy Writing! Rgds, Bhakti Adi Chandra

April journal

My name is Muhammad Ilyas Salam. From D4 in Hospitality Management, Bintan Cakrawala Polytechnic. During the beginning to the end of April, the lecture atmosphere changed very dramatically. Yes this change is certainly due to the pandemic that occurred COVID-19. COVID-19 had a big impact on tourists, while all sectors increased the decline which resulted […]

Hello world!

Welcome to HEA Bintan Resorts. This is your first post. Edit or delete it, then start writing your Journal! Happy Writing! Rgds, Bhakti Adi Chandra

Hello world!

Welcome to HEA Bintan Resorts. This is your first post. Edit or delete it, then start writing your Journal! Happy Writing! Rgds, Bhakti Adi Chandra

Hello world!

Welcome to HEA Bintan Resorts. This is your first post. Edit or delete it, then start writing your Journal! Happy Writing! Rgds, Bhakti Adi Chandra

Hello world!

Welcome to HEA Bintan Resorts. This is your first post. Edit or delete it, then start writing your Journal! Happy Writing! Rgds, Bhakti Adi Chandra