Kehidupan New Normal untuk Mahasiswa Akan Seperti Apa?

new normal

New Normal untuk sebagian kita mungkin cukup asing dan kurang familiar di telinga. Tepatnya pada awal bulan Mei kemarin, pemerintah mengeluarkan terminologi ini untuk merujuk pada kehidupan normal saat atau pasca pandemi. Nah seperi apa sebenarnya yang dimaksud dengan New Normal itu sendiri? Bagaimana pengaruhnya terhadap kehidupan kampus?

Kita semua tahu saat ini seluruh negara di dunia tengah bersusah payah untuk melawan penyebaran pandemi virus corona. Berbagai cara pun dilakukan untuk menghentikan penyebaran virus tersebut, di antaranya dengan melakukan lockdown, penerapan protokol kesehatan secara ketat, dan pembatasan sosial berskala besar seperti yang dilakukan di Indonesia. Namun, hingga kini vaksin untuk mengobati infeksi virus ini belumlah ditemukan. Padahal kita akui bersama, penerapan pembatasan saat ini sangat berpengaruh besar pada kehidupan kita, terutama pada sektor ekonomi masyarakat. Lantas, sampai kapan keadaan ini akan selesai?

Berawal dari premis bahwa saat ini kondisi perekonomian masyarakat sangatlah terpengaruh akibat pembatasan protokol kesehatan serta belum ditemukannya vaksin virus covid-19 ini, gagasan new normal kemudian mencuat ke permukaan. Dikutip dari Kompas.com, Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmita mengatakan, new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Jadi, dapat kita pahami bersama bahwa New Normal merupakan suatu kondisi kehidupan normal, di mana kita dapat melakukan segala sesuatunya seperti biasa (belajar, belanja, bekerja, berbisnis, melakukan perjalanan), namun dengan tetap mengacu pada protokol kesehatan. Artinya, mahasiswa juga akan kembali belajar seperti biasa namun dengan tetap memerhatikan protokol-protokol kesehatan. Lantas, apa yang akan berubah pada kehidupan mahasiswa dalam penerapan new normal? Mari kita simak bersama kemungkinan perubahan pola kehidupan mahasiswa pada penerapan normal yang garu ini.

Menejemen Kelas dengan Penerapan Protokol Kesehatan

Kita tidak akan melihat lagi kelas dengan kursi yang berhimpit-himpitan. Penataan tempat duduk di ruang kuliah akan disesuaikan dengan protokol kesehatan yang telah ada, yakni dengan melakukan physical distancing. Jarak antara kursi satu dengan yang lain haruslah kurang lebih 1 meter. Dengan pengaturan ini, tentu ruang kelas yang awalnya memuat 30 mahasiswa tidak akan muat lagi dengan melakukan physical distancing ini.

New Normal Physical Distancing
Ilustrasi Physical Distancing

Interaksi fisik dalam kegiatan belajar juga akan berkurang. Misalnya kebiasaan bersalaman dengan dosen atau sesama mahasiswa akan ditiadakan atau mungkin digantikan dengan salam yang lain yang dianggap lebih aman, misalnya salam siku.

Physical distancing juga akan berpengaruh terhadap kebiasaan belajar kelompok. Mungkin saja kampus akan mengurangi intensitas belajar berkelompok guna menerapkan protokol physical distancing tersebut.

Pembatasan kegiatan ormawa

Alih-alih ingin cepat masuk kampus dan melakukan kegiatan berorganisasi seperti biasa agaknya akan sedikit terpengaruh oleh protokol kesehatan. Untuk menghindari penyebaran covid-19, kampus bisa saja untuk membatasi kegiatan ormawa. Misal, rapat-rapat ormawa hanya boleh dilakukan di tempat terbuka dengan menerapkan physical distancing dan dengan jumlah peserta yang dibatasi.

Bagi mahasiswa nomaden yang suka menetap di basecamp, agaknya ini akan menjadi berita buruk bahwa kampus bisa saja menerapkan jam operasional terbatas bagi ormawa. Artinya, bagi para aktifis yang terbiasa tidur di HMJ atau UKM, kali ini harus rela mengeluarkan uang mereka untuk sewa kamar kos yang sesungguhnya.

New Normal IPRI UM
Kegiatan Organisasi Mahasiswa

Lalu bagaimana Proker 2020 yang sudah disusun melalui Rapat Anggota Tahunan yang bermalam-malam itu? Nampaknya New Normal akan memaksa para ormawa melakukan penyesuaian proker dengan kondisi normal yang baru ini. Program-program yang tidak sesuai dengan ketentuan protokol kesehatan harus direlakan untuk ditunda atau dimodifikasi sedemikian rupa. Misalnya saja program Konser Band yang mendatangkan banyak penonton harus ditunda dahulu atau dimodifikasi sesuai dengan peraturan yang akan diterapkan oleh pemerintah dan kampus. Seminar-seminar nasional juga nampaknya cukup sulit dilakukan dengan pembatasan-pembatasan protokol kesehatan, namun dengan sedikit kreatifitas bisa saja kegiatan ini tetap dapat dilakukan.

Mahasiswa yang suka demo akan jadi rajin belajar

Normal yang baru akan membuat para aktifis rajin belajar dan lulus tepat waktu? Gagasan ini mungkin cukup tricky, namun bisa saja benar terjadi. Pembatasan-pembatasan yang terjadi pada kegiatan ormawa akan mulai menghilangkan “kesibukan” para aktifis kampus ini, salah satunya adalah berdemo.

Sejumlah mahasiswa berunjuk rasa di depan gedung DPRD Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (25/9/2019). Aksi Demo Klaten Melawan yang diikuti mahasiswa dari berbagai kampus tersebut digelar untuk menolak UU KPK hasil revisi dan pengesahan Rancangan KUHP serta RUU Pertanahan. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/wsj.

Dengan pemberlakuan new normal, izin untuk menyelenggarakan demo tentu akan diperketat. Kampus pun akan memberikan pesyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi untuk melakukan pengumpulan massa. Hal ini akan berdampak pada berkurangnya kegiatan para aktifis yang akan menguntungkan civitas akademika. Aktifis yang jarang masuk kelas, kini kembali lagi ke ruang kuliah.

Banyak Mahasiswa Mendadak Jadi Youtuber

Tidak dipungkiri selama masa pandemi Covid-19 ini, kampus-kampus melakukan distance learning dengan memanfaatkan teknologi seperti zoom, google meet, skype, ataupun google classroom. Salah satu teknologi yang cukup ramai digunakan dalam pembelajaran selama ini selain yang saya sebutkan tadi adalah Youtube. Iya Youtube yang ada di ponsel kalian tersebut. Platform video sharing yang dimiliki oleh Google ini menjanjikan banyak hal kepada mahasiswa untuk meraup untung dari adsense. Hitung-hitung sekalian mengerjakan tugas, sekalian membangun channel pribadi atau pun kelompok.

Selama bulan Januari sampai Mei ini saja, sudah banyak berseliweran link-link Youtube dari para mahasiswa yang mengerjakan tugas melalui Youtube atau memang iseng memanfaatkan waktu kosong mereka membangun dinasti youtube. Hal positifnya, akan banyak masiswa yang berbagi keahlian mereka atau pengalaman positif mereka melalui platform ini, namun tak sedikit pula yang memanfaatkan momen ini untuk membuat konten unfaedah yang meresahkan umat. Semoga mereka cepat bertaubat.

Tidak Ada Ospek Yang Aneh-Aneh

Selamat kepada mahasiswa angkatan Corona 2020. Mungkin OSPEK kalian akan sedikit lebih soft dibandingkan dengan angkatan sebelumnya. OSPEK atau orientasi studi dan pengenalan kampus akan diisi dengan materi-materi yang membosankan. Tidak ada lagi aksi-aksi seru-seruan yang akan dibuat secara outdoor ataupun kolaborasi dengan mahasiswa antar jurusan dan fakultas.

Kampus akan membuat kegiatan orientasi yang cukup pada tujuannya saja yaitu pengenalan kampus dan kehidupan kampus. Itu pun tentu akan memerhatikan dang mengikuti protokol new normal yang akan diberlakukan. Jadi bagaimana ya bayangan kamu tentang OSPEK 2020 ini? Kalau menurut saya tidak akan seseru dan mengesankan.

Ospek Sebelum New Normal
PKPT Di Universitas Negeri Malang sebelum New Normal

Ini tentu PR buat kakak-kakak HMJ dan BEM bagaimana mengemas kegiatan OSPEK agar tetap seru dan mengesankan. Karena menurut saya, kegiatan OSPEK ini adalah kenangan yang penting untuk mahasiswa baru.

Nah kurang lebih itu saja yang bisa saya jelaskan tentang new normal untuk mahaasiswa nantinya. Yang terpenting yang ingin saya sampaikan di sini adalah bagaimana kita sebagai mahasisswa dapat mengikuti dan mematuhi protokol-protokol kesehatan yang akan diterapkan pada New Normal nantinya, khususnya sebagai mahasiswa penerima beasiswa HEA dari PT. BRC.

Nah, apakah kamu punya opini seperti apa kehidupan mahasiswa nantinya saat New Normal diberlakukan? Tuliskan di kolom komentar.

2 Shares:

Leave a Reply

You May Also Like